11/30/2014

Kilas Balik: Bunga dari Angkasa

Sehubungan dengan perhelatan Brisbane Asia Pacific Film Festival (BAPFF) yang pertama saat ini, saya akan membawa Anda dalam sebuah kilas balik pemutaran-pemutaran film Asia Pasifik yang ditayangkan di Australian Cinémathèque akhir tahun lalu sebagai bagian dari rangkaian pemutaran film nominasi Asia Pacific Screen Awards - cikal bakal matinya Brisbane International Film Festival (BIFF)? Sebagai mantan sukarelawan BIFF (yang kini telah almarhum) selama tiga tahun dan walaupun sudah tak lagi menetap di sana, saya merasa agak kecewa dengan penggantian BIFF yang cakupannya lebih luas menjadi BAPFF.

Dr Malani Fonseka di podium memberikan pidato pembukaan (01/12/2013)
Akasa Kusum (Flowers of the Sky) mengisahkan seorang mantan bintang film papan atas Sri Lanka, Rani (Malani Fonseka), yang sudah tak lagi terkenal. Dia tinggal jauh dari kawasan perkotaan dan menyewakan kamar di kediamannya untuk seorang artis muda yang sedang naik daun bercumbu. Berkat hubungannya dengan si artis muda, Rani berkesempatan untuk diwawancarai oleh sebuah stasiun TV mengenai kariernya. Tayangan tersebut ditonton oleh seorang wanita muda yang kemudian mengaku sebagai putri Rani.

Awalnya Rani menafikan pengakuan wanita muda tersebut. Di saat yang sama berkat paparannya di televisi, dia berkesempatan untuk kembali ke dunia pemeranan. Rani bermain di sinetron yang sama dengan si artis muda yang naik daun itu. Namun pada akhirnya Rani tak bisa memungkiri kenyataan akan masa lalu yang disembunyikannya. Dia memutuskan untuk menghentikan karier barunya dan menjalin hubungan dengan putri kandungnya, seorang ODHA. Sayang, nasib berkata lain.

Film ini adalah film arthouse dengan twist sub-benua India. Saat menonton ada kesan-kesan yang akan mengingatkan film arthouse Eropa. Dr Malani Fonseka, yang juga merupakan anggota DPR Sri Lanka, mengatakan bahwa genre film ini masih cukup langka di negerinya yang masih memuja-muja Bollywood (tidak dalam artian menggilai tapi sangat dipengaruhi). Penutup dalam film ini juga memiliki open ending yang mana bisa saja ada banyak kemungkinan bagaimana Rani berhadapan dengan putri kandung yang dia jauhi selama ini akibat paksaan ekonomi. Putri kandungnya mati akibat penyakit yang dideritanya? Ataukah putri kandungnya sebetulnya masih hidup dan masih marah akibat ditelantarkan oleh Rani? Tidak ada yang tahu.

Saya masih ingat saat saya keluar dari ruang pemutaran usai sesi pemutaran dan diskusi dua orang pria dari Kadin Queensland mendekati Dr Fonseka untuk menyatakan niat mereka melakukan bisnis di Sri Lanka. Pemutaran film sesudahnya, Oba Nathuwa, Oba Ekka (With You, Without You), saya rasa memiliki jalan cerita yang lebih berat.

Penghapusan

Dengan ini saya mengumumkan bahwa beberapa pos dari masa lampau blog ini akan saya hapus. Tujuannya adalah untuk mengurangi tulisan-tulisan yang terkesan tidak sejalan dengan arah ke mana blog ini akan saya bawa. Tenang saja, saya tidak sedang mengubah opini saya.

11/29/2014

Selamatkan Riverdale

Riverdale Rescue adalah sebuah permainan dari Archie Comics yang tersedia di platform iOS, Android, dan Windows. Permainan ini mengisahkan wali kota Riverdale melarikan diri dengan kas kota. Riverdale pun berubah menjadi kota yang bangkrut dan hancur. Segenap anggota masyarakat (yang tampil di Archie Comics) pun berniat untuk membangun kembali kota mereka.

Terdapat 25 level dalam permainan ini. Sebetulnya saya sudah mencapai level 17 sebelumnya namun karena proses pembaruan peranti lunak membuat saya mengulang kembali dari awal. Tidak apa-apa karena kota yang saya rancang sebelumnya tidak lebih baik dari saat Riverdale masih porak-poranda.

Saya menggunakan Windows untuk bermain dalam mode luring. Permainan ini mengandung unsur ekologi mengingat beberapa inventory merupakan panel surya, beragam macam pepohonan, dsj. Sebetulnya permainan ini juga mengajarkan kita tentang urban planning. Banyak bangunan yang saya pindahkan dari posisi asalnya karena saya kurang suka lokasi awalnya. Begitu pula dengan jalanan - beberapa jalanan saya ubah menjadi kawasan hijau sementara ada beberapa jalan yang seharusnya tidak ada tapi saya bangun untuk memudahkan mobilitas namun dengan mengedepankan privacy penghuni rumah (bedakan antara bangunan untuk fungsi umum dan fungsi pribadi!).

Saya ingin membangun sistem kanal untuk transportasi air namun keterbatasan permainan ini menghalangi niat saya. Bangunan-bangunan yang diharuskan menghadap arah tertentu serta ketiadaan opsi pembangunan jalur khusus pedestrian semakin membatasi kreativitas saya dalam membangun kembali kota ini.

Permainan ini dapat diunduh secara gratis di sini dan hanya versi Windows (untuk PC, kurang yakin dengan ponsel) dapat dimainkan secara luring.

11/27/2014

Festival Sinema Prancis

Kemarin saya memenangkan karcis untuk pemutaran film Sils Maria dari AF Bali melalui sebuah lomba di twitter. Film ini adalah bagian dari rangkaian Festival Sinema Prancis 2014. Tadi sore saya mengunjungi AF Bali untuk mengambil hadiahnya et voila!

Ça, c'est mon billet. J'ai obtenu juste un mais c'est suffisant pour maintenant. Et ouai ... il y a longtemps depuis la dernière fois que j'ai utilisé cette langue.

Et si vous aurez venir à cette événement (pas nécessairement à Bali, peut-être dans votre ville), vous pourrez y visiter pour l'info. Et je vais écrire une revue de ce film (en indonesien, bien sûr).

Ya, sangat mengesalkan menggunakan ortografi Prancis tanpa keyboard AZERTY.

11/21/2014

Siaran Lokal? - November 2014











Sebelumnya saya telah mengangkat isu krisis tayangan lokal di televisi nasional. Pagi ini saya terbangun sekitar pukul 3.20 pagi untuk mematikan pendingin udara di kamar saya dan tidak kembali terlelap. Saya menyalakan TV dan melihat berbagai stasiun TV nasional (kecuali Metro TV, RCTI, dan tvOne) yang menayangkan 'siaran lokal'. Berikut penelusuran saya:

ANTV
Gema Rohani Tayangan agama Hindu disiarkan dari set yang sangat ANTV

Global TV
<Judul tak diketahui> Tayangan petualangan tidak jelas dengan logo Global TV Denpasar - entah benar produksi lokal atau produksi nasional yang mengandung embel-embel Bali

Indosiar
<Judul tak diketahui> Tayangan agama Hindu dengan logo Indosiar Denpasar

MNC TV
Petualangan Panji Tayangan petualangan - saya duga hanya produksi nasional yang mengandung embel-embel Bali

SCTV
<Judul tak diketahui> Tayangan agama Islam - saya duga produksi lokal karena SCTV Denpasar memang memiliki studio

Trans TV
Pesona Bali Tayangan wisata produksi nasional yang membawa embel-embel Bali

Trans 7
<Judul tak diketahui> Tayangan semi-dokumenter yang biasanya tayang siang bolong di stasiun yang bersangkutan - saya duga produksi nasional yang membawa embel-embel Bali, perhatikan juga pada kolase di atas bahwa Trans 7 masih menggunakan logo lama

Beginikah siasat stasiun TV nasional mengakali kuota siaran lokal? Siaran nasional yang membawa embel-embel daerah siar? Jika saya perhatikan pada saat jeda iklan juga tidak mengandung produk-produk sponsor melainkan hanya promo tayangan stasiun yang bersangkutan.

Jauh lebih bermanfaat jika frekuensi tersebut digunakan untuk advertorial home shopping daripada tayangan-tayangan half-arsed begini.

Sementara itu di stasiun yang tidak menayangkan siaran lokal, ticker berita Metro TV tumben-tumbennya mengangkat bantuan keuangan untuk Serbia yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian negara tersebut. Saya tidak pernah melihat berita sekaliber begitu pada ticker tersebut pada jam tayang lain di saluran berita pertama di negeri ini.

11/20/2014

Korslet Telekomunikasi

Dua hari yang lalu listrik padam di rumah pada siang bolong selama hampir lima jam. Itu hari terakhir proyek renovasi rumah berjalan. Malamnya internet di rumah tiba-tiba tidak dapat tersambung padahal saya sedang meramban internet seperti biasa beberapa saat sebelumnya.

Keesokan paginya ada telepon berkali-kali dari seorang pria yang hendak melamar pekerjaan. Setelah ditelusuri, pria itu mengaku bahwa nomor yang hendak dia hubungi berawalan dengan 245 sementara daerah nomor telepon di daerah saya berawalan 239. Terjadi korslet komunikasi hingga petang. Telepon berdering tapi nomor yang dituju berbeda. Telepon berdering tapi tidak ada yang menelepon. Dering telepon pun aneh. Seolah-olah dering menandakan bahwa si penelepon sudah hendak mengakhiri usahanya mencoba menghubungi kami. Namun beberapa saat kemudian sebelum dering benar-benar nihil, telepon berdering layaknya ada penelepon yang hendak menghubungi kami.

Sore hari saya dan ibu saya membeli makan malam untuk dibawa pulang di rumah makan Jawa Timur yang sempat tutup selama lebih dari dua tahun. Padahal di pengumuman yang diberikan hanya akan libur hingga 17 Agustus 2012. Usut punya usut, ternyata keluarga yang mengelola rumah makan tersebut membangun rumah.

Rumah makan itu berseberangan dengan SPBU Pertamina di sisi timur. Di sisi selatan terdapat gardu Telkom. Gardu Telkom itu sedang diperbaiki oleh dua orang teknisi dan satu orang pekerja yang hanya melihat, tidak dapat saya katakan sebagai pengawas. Mungkinkah terjadi korslet telekomunikasi se-Renon yang mengakibatkan adanya perbaikan?

Pagi ini sudah tidak ada panggilan-panggilan aneh. Sehari sebelumnya ibu saya memang sudah menghubungi 147 yang layanannya agak diskriminatif berdasarkan geografi. Saya tidak akan menjelaskannya secara terperinci.

Hingga kini internet di rumah belum bisa digunakan. Di mana saya menulis ini tidaklah penting. Kalau Anda perlu tahu, saya tidak menggunakan ponsel dalam penulisan.

11/17/2014

Siaran Lokal? - Metro TV

Muatan lokal pada siaran televisi saat ini memang menjadi masalah. Pasalnya negara seluas Indonesia didikte oleh kepentingan-kepentingan Jakarta di layar kaca. Mulai dari siaran berita yang kebanyakan beritanya adalah berita dari ibu kota negara hingga variety show dan sinetron yang sangat sentris pada gaya hidup Jakarta. Siapa di Denpasar yang peduli penggusuran warga penghuni bantaran Sungai Ciliwung kecuali memang memiliki anggota keluarga atau kerabat yang tinggal di sana? Mau membentuk empati masyarakat? Di Bali juga banyak isu-isu yang bisa diangkat untuk membangun empati seperti reklamasi Teluk Benoa dan semakin merebaknya vila-vila menggusur lahan pertanian (yang mungkin malah membuat panas segelintir orang Jakarta karena kebanyakan dananya berasal dari sana). Apakah pernah diangkat di televisi nasional? Jika ya, apakah proporsi pemberitaannya cukup?

Siang tadi saya menonton Metro TV. Stasiun TV itu sedang menayangkan siaran lokal terbatas.


Bali Sepekan bukanlah tayangan berita biasa melainkan hanya kilas balik kejadian-kejadian di Bali tanpa pembawa acara dan hanya dengan voice over. Kebanyakan liputannya pun dibuat oleh Syaifulloh (sic?). Saya duga itu hanyalah liputan-liputan yang berhasil masuk siaran berita Metro TV secara nasional. Apakah di Bali memang sangat sedikit topik yang bisa diangkat sehingga apa yang terjadi di Bali bisa dikemas dalam sebuah tayangan yang durasinya tak sampai 60 menit? Tanpa pembahasan mendalam? Hanya laporan biasa layaknya berita yang bisa Anda temukan di newswire?

This is pathetic. Usai Bali Sepekan, inilah yang hadir di layar kaca.

















Siaran Percobaan.

Sudah berbulan-bulan video yang sama ditunjukkan. Saya sudah sering melihat mobil Metro TV (masih berplat B) berlalu-lalang di jalanan kota Denpasar.

Berbeda dengan kondisi di Jawa Timur di mana hampir semua stasiun TV nasional sudah menghasilkan tayangan lokal di luar jam orang tidur. Mungkin KPID Bali tidak segalak KPID Jawa Timur? Metro TV Jawa Timur juga sudah memiliki buletin berita harian yang normal, kalau tidak salah ingat tayang pada pukul 16.00 WIB.

Negara ini katanya bebas dan beragam tapi ada upaya homogenisasi budaya melalui televisi.

11/08/2014

Kamis ke-300

Ki-ka duduk: Happy Salma, Suciwati Munir, Nugie, dan Gung Alit
Tadi malam saya mengunjungi Taman Baca Kesiman di Jl. Sedap Malam No. 234, Denpasar untuk menghadiri pemutaran film pendek Kamis ke-300 yang dihadiri oleh sang sutradara Happy Salma, ibu Suciwati Munir dari Omah Munir, dan Nugie selaku pemeran dalam film pendek tersebut.

Film pendek ini merupakan kisah fiksi di balik aksi unjuk rasa di depan kompleks istana kepresidenan setiap hari Kamis menuntut kejelasan atas kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Usai pemutaran diadakan sesi tanya jawab yang menampilkan tetamu serta Gung Alit dari Taman Baca Kesiman.

Happy Salma menjelaskan bahwa dia tertarik untuk membuat film ini setelah sebelumnya sempat diundang untuk membacakan puisi dalam aksi Kamisan. Dia merasa agak jenuh setelah diundang berkali-kali ke acara tersebut tanpa adanya kejelasan dari pemerintah. Dia lalu memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas aksi dan latar belakang aksi tersebut dengan membuat film. Dia menghubungi sang penulis naskah, Putu Wijaya, yang kala itu baru saja sembuh dari serangan stroke. Putu Wijaya mengejutkan Happy Salma dengan memberikan naskah yang sudah jadi hanya dua hari setelah ditanya. Ternyata istri Putu Wijaya yang mengetik sementara sang suami mendikte.

Happy Salma menyadari bahwa jalan cerita film ini mungkin agak dangkal bagi mereka yang sudah paham seluk-beluk isu HAM namun dia menegaskan bahwa tujuannya membuat film ini memang hanya untuk meningkatkan kesadaran dimulai dengan mengawali percakapan antar penonton mengenai isu-isu HAM. Apalagi berdasarkan penuturan ibu Suciwati kesadaran akan HAM di Indonesia, terutama di antara pemuda-pemudi, masih sangat rendah.

Nugie yang menjadi pemeran dalam film pendek ini mengaku bahwa dia hanya dijanjikan honor pulsa dari sang sutradara tapi dia ikhlas karena isu yang diangkat adalah isu yang penting. Bahkan dia rela diberi honor pulsa lagi jika Happy Salma berencana membuat film fitur yang mengangkat isu serupa. Nugie menjelaskan bahwa dia benci dengan istilah 'melawan lupa' karena yang akan diingat dari istilah itu adalah 'lupa'-nya. 'Lupa' apanya jika tahu saja tidak? Dia lebih setuju dengan istilah 'terus mengingat' karena ada kata 'ingat' dan beraura positif.

Gung Alit selaku salah satu pendiri Taman Baca Kesiman menggunakan kesempatan tersebut untuk mengangkat isu-isu HAM di Bali di antaranya kasus pembantaian massal pasca G30S yang menelan nyawa 80.000 manusia Bali yang sayangnya tidak pernah diangkat ke muka umum hingga kini. Beliau juga berpendapat bahwa hal ini sengaja dipendam. Orang Bali dipaksa tersenyum dan melupakan kesedihan mereka karena Bali adalah daerah pariwisata. Saya tidak akan melanjutkan pembahasan mengenai ucapan-ucapan beliau karena diskusi dalam tulisan ini bisa semakin ngalor-ngidul.

Seorang hadirin bertanya kepada Happy Salma mengenai pemilihan pemeran sang kakek yang tak lain dan tak bukan adalah pemeran Suharto dalam film propaganda Pengkhianatan G30S PKI, Amoroso Katamsi. Bagaimana rasanya mendapatkan watak sebagai orang yang ditindas Suharto setelah sebelumnya memerankan Suharto? Happy Salma mengaku bahwa dia kurang tahu tapi dia berjanji akan menanyakan pada yang bersangkutan jika berkesempatan.

Acara diakhiri dengan permainan musik yang dibawakan oleh Nugie dan moderator yang saya lupa namanya (dari grup Navicula).

Saya akan mengunggah beberapa percakapan selama sesi tanya jawab dalam waktu dekat (alias setelah saya tahu bagaimana caranya memasang Soundcloud untuk blog).

11/04/2014

Sineas Afrika

Sinema Afrika adalah hal yang hampir tidak dapat kita temukan di negeri ini. Sewaktu saya masih tinggal di Brisbane saja saya hanya pernah menonton film Mesir selama BIFF, film Tunisia/Prancis/Spanyol di sinematek, film Ethiopia/Jerman dan Eritrea/Jerman di SBS & SBS On Demand, dan sebuah DVD film Maroko/Prancis serta Afrika Selatan/Inggris. Benar-benar susah walaupun populasi keturunan Afrika yang meningkat di negeri jiran kita yang satu ini. Padahal populasi benua Afrika kurang lebih sama dengan populasi India!

Berbekal pengetahuan saya dalam bahasa Prancis (oui, je parle cette langue mais c'est pas excellent) dan keisengan 'menjarah' perpustakaan universitas, saya menemukan dua set DVD Cinéastes africains yang diedarkan oleh ARTE, saluran TV kebudayaan Prancis-Jerman. Saya belum sempat habis menonton semua filmnya namun saya ingat saya menonton sebuah film dari Burkina Faso yang berjudul Wend Kuuni.

Wend Kuuni mengisahkan seorang anak angkat yang ditemukan seorang pria dalam perjalanannya. Anak itu bisu namun dia dirawat baik oleh keluarga angkatnya. Suatu krisis terjadi pada keluarga angkatnya dan si anak tiba-tiba bisa berbicara.

Amat disayangkan bukan bahwa bahan-bahan seperti set DVD ini susah didapatkan?

11/03/2014

Emilia

Saya bukanlah penggemar makanan beku karena kebanyakannya mengandung natrium dalam kadar berlebihan. Namun terkadang saya terpaksa membelinya jika sedang malas memasak.

Saat saya masih menjadi anak kost, Pizza Mediterranea Emilia adalah salah satu favorit saya walaupun pizza beku ini harus diimpor jauh-jauh dari Italia. Saya lebih senang makanan yang berbahan lokal karena saya tahu saya menggerakkan perekonomian lokal.

Setahu saya Pizza Mediterranea Emilia tidak berbahan pengawet. Ianya juga bersayur-mayur yang beragam serta tidak memberikan saus pizza secara berlebihan. Walaupun demikian pizza yang saya beli ini terkadang masih saya modifikasi misalnya dengan tambahan jamur, zaitun, dan salami.

Salah seorang rekan kost saya pernah berkomentar bahwa pizza Emilia yang sudah saya hangatkan berpenampilan cukup menarik untuk kelas pizza beku. Bahkan ada rekan kost lainnya yang ikut-ikutan membeli pizza beku semenjak saya mulai membeli pizza Emilia.

Saya baru mengenal dan membeli pizza itu saat didiskon besar-besaran oleh pasar swalayan Coles yang kala itu mengadakan cuci gudang terhadap produk ini pada tahun 2013. Sebelumnya saya tidak pernah memakan makanan beku. Mengenai cuci gudang, saya sebenarnya kurang yakin apakah ada ketidaksepakatan antara pihak produsen dan pihak pasar swalayan. Yang jelas beberapa pekan setelah stok produk ini habis, Coles menyiasatinya dengan meletakkan pizza beku merk generik (alias home brand) yang rasanya sangat buruk (walaupun sudah dimodifikasi) dan berbahan pengawet.

Alhasil semenjak kejadian itu, saya tak pernah membeli pizza beku lagi. Kalau beli pun, saya membeli pizza beku yang dijual di IGA dekat tempat kost saya karena setidaknya di IGA saya tidak akan terpancing dengan harga miring pizza beku generik dengan rasa buruk itu.

Jika Anda penasaran dengan bahan-bahan yang digunakan Emilia.