1/23/2015

A+

Simulcast dari ABC News 24?
Australia Plus adalah stasiun televisi internasional dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) setelah Australia Network, yang sebelum ditutup oleh pemerintah Australia kontraknya dipegang oleh ABC. Mereka juga memiliki kehadiran daring baik berupa situs web maupun jejaring sosial.

Mengenai penutupan Australia Network? Pemerintahan Partai Buruh Australia membatalkan tender Australia Network untuk Sky News Australia (ingat Rupert Murdoch?) dan memberikannya kepada ABC (yang kala itu kalah tender pasca akhir kontrak sebelumnya). Di bawah pemerintahan koalisi justru diputuskan bahwa Australia Network lebih baik diakhiri saja. Sontak ABC geram.

Mungkin agak aneh bagi sebagian dari Anda tapi walaupun ABC dibiayai oleh pemerintah karena ia merupakan lembaga penyiaran publik, keputusan redaksional ABC sama sekali tidak mendapat campur tangan pemerintah. Pengecualian berlaku jika rakyat Australia memilih anggota-anggota parlemen gila yang menyetujui pemotongan dana untuk lembaga-lembaga penyiaran publik seperti yang terjadi saat ini. Hanya cara halus untuk membredel lembaga penyiaran publik (alias suara penentang pemerintahan).

Atas inisiatif lembaga dan dana simpanan (yang mestinya tidak banyak karena ABC tidak boleh menerima iklan sama sekali dalam siaran radio dan televisinya, lain halnya dengan majalah-majalah publikasinya), ABC meluncurkan Australia Plus sebagai pengganti Australia Network. Isinya masih sama saja seperti Australia Network.

Sementara di kubu Sky News Australia, mereka memilih untuk meluncurkan Australia Channel yang hingga saat ini masih tayang terbatas (setahu saya baru di ruang tunggu kelas bisnis dan utama maskapai penerbangan QANTAS).

Keputusan untuk mengakhiri tayangan Australia Network sendiri mendapat kecaman dari masyarakat Australia. Pasalnya, negara-negara kecil di Samudera Pasifik sangat bergantung akan berita-berita dari Australia Network karena Australia adalah negara terbesar dan terkaya di antara mereka yang berarti memiliki lebih banyak dana dan sumber daya untuk melakukan peliputan sekaligus menunjukkan dunia kepada mereka. Ya, sekalipun pemberitaan tersebut bisa saja cenderung berbias positif terhadap Australia.

1/17/2015

ATM di SMP

Salah satu sekolah swasta di Surabaya memiliki anjungan tunai mandiri. Apakah terlalu muda? Itu tergantung persepsi orang tua. Saya? Saya baru mulai menggunakan ATM saat baru pindah ke Brisbane pada tahun 2010 dulu.

1/16/2015

Terik Matahari

Saya baru saja menghabiskan siang saya menonton film Plein soleil yang tayang perdana pada tahun 1960 di My French Film Festival. Saya mendapat kabar dari halaman Facebook IFI bahwa film tersebut dapat ditonton secara gratis (dan jika sambungan internet memungkinkan).

Film ini diangkat dari novel karya Patricia Highsmith yang berjudul The Talented Mr. Ripley. Saya belum pernah membaca novel tersebut sebelumnya. Anda tentu dapat membaca sinopsis baik kisah novel maupun adaptasi filmnya di Wikipedia.

Plein soleil adalah film klasik Eropa. Watak-wataknya poliglot - sebentar mereka berbicara dalam bahasa Inggris, sebentar bahasa Italia, dan kebanyakannya dalam bahasa Prancis. Tentu saja sangat mengherankan bagaimana mungkin orang Amerika yang biasanya selalu menganggap bahasanya paling penting tiba-tiba bisa fasih dalam dua bahasa asing. Begitu pula dengan para detektif kepolisian Italia dan warga Italia di perkotaan pada umumnya. Saya tahu bahwa bahasa Prancis dan Italia memiliki kemiripan karena mereka berasal dari rumpun yang sama tapi tingkat kefasihan tanpa logat sama sekali? Hanya watak-watak berkebangsaan Amerika saja yang dibuat-buat seolah-olah mereka berlogat saat berbicara dalam bahasa Prancis.

Ini berbeda dengan Sils Maria di mana watak-wataknya berbahasa Inggris semua dan dialog dalam bahasa Prancis sangat minimal.

Tautan yang saya berikan di atas juga mengizinkan Anda untuk menyaksikan beberapa film-film lainnya secara gratis (jika Anda tak berniat membayar untuk melihat film-film berbayar). Mungkin inilah satu-satunya kesempatan Anda untuk menikmati festival film tanpa harus pergi ke bioskop atau tempat pertemuan lainnya - karena di Indonesia tidak ada akses untuk menikmati SBS On Demand.

Nikmatilah film-filmnya (sekali lagi jika sambungan internet Anda memungkinkan)!

1/15/2015

Cermin Hitam - Natal Putih

Courtesy: Channel 4 UK
Dalam sebuah wawancara, Jon Hamm mengatakan bahwa dia menyukai offbeat British things macam seri TV Black Mirror yang diproduksi oleh Channel 4, salah satu dari dua lembaga penyiaran publik Inggris. Seri TV yang satu ini memang membuat saya gregetan. Pasalnya narasi-narasinya mencerminkan bagaimana kita, sebagai manusia, akan bertingkah dalam sebuah dunia distopia. Dunia distopia yang mirip dengan dimensi kita berada saat ini, hanya saja teknologi-teknologi yang ada lebih memungkinkan kita bertingkah lebih gila.

Memang skenario-skenario yang terjadi dalam seri ini mungkin tidak akan terjadi secara per se dalam dimensi kita jika teknologi yang ada sudah memungkinkan. Akan tetapi tingkah laku manusia dalam seri ini memang mencerminkan siapa kita jika teknologi tersebut benar-benar ada.

Dalam cerpen pertama, Matt (Jon Hamm) menjadi pembantu utama dalam upaya memuluskan upaya seorang bocah mendapatkan kencan dengan meng-crash sebuah pesta Natal sebuah kantor. Upayanya sukses dan si bocah diundang oleh gadis idamannya pada pesta tersebut ke apartemennya. Dikira akan melakukan hubungan percintaan, si bocah malah diajak bunuh diri bersama si gadis karena si gadis menduga bahwa si bocah juga mengalami depresi dan mendengar suara-suara dalam pikirannya. Si bocah berusaha menjelaskan bahwa suara-suara yang dia dengar adalah nyata (Matt melihat apa yang mata si bocah lihat melalui sambungan internet) namun si gadis tak percaya. Mereka pun mati.

Cerpen kedua terkesan agak teknis jadi akan saya lewati tapi cerpen ini krusial dalam menentukan twist pada episode spesial Natal dari seri TV ini.

Cerpen ketiga mengisahkan Potter, seorang pria yang sudah berpasangan (tidak dijelaskan sudah menikah atau sekadar kumpul kebo). Kekasihnya Beth hamil namun dia merasa dia belum siap. Potter tak menerima sikap Beth yang berujung pada Beth memblokir Potter dari kehidupannya. Jika Anda memblokir seseorang di Facebook atau Twitter, Anda mungkin masih bisa mengintip akun yang Anda blokir menggunakan mode pribadi. Sayangnya, jika Anda memblokir seseorang dalam dunia nyata Anda masih bisa melihat orang tersebut hanya saja orang tersebut hanya akan berwarna putih dengan beratus-ratus atau bahkan beribu-ribu piksel.

Jika Anda pernah melakukan hubungan yang menghasilkan anak dengan orang yang memblokir atau Anda blokir, anak Anda secara otomatis ikut terblokir. Blok hanya bisa dilepas oleh si pemblokir. Kembali ke cerita, Potter berusaha meminta maaf dan ingin bicara baik-baik dengan Beth. Beth menolak dan bahkan mengukuhkan blokirnya. Jika Potter berada 10 meter darinya, maka polisi akan datang untuk menahan Potter. Mengerikan sebetulnya, polisi bisa tahu di mana Anda berada melalui Sistem Pemosisi Global.

Suatu hari, Potter yang sudah menerima kenyataan menonton televisi. Dikabarkan bahwa sebuah kecelakaan kereta api menewaskan mantan kekasihnya, Beth. Secara otomatis, bloknya kadaluwarsa karena Beth sudah meninggal. Potter pun mengunjungi rumah mantan mertuanya pada hari Natal untuk melihat anaknya. Alangkah terkejut begitu tahu bahwa anak yang dikandung Beth selama ini adalah hasil perselingkuhan Beth dengan mantan koleganya yang berketurunan Tionghoa (Tim). Potter menjadi agresif sementara mantan mertuanya menggenggam pisau di tangan sebagai peringatan agar Potter meninggalkan rumahnya. Potter pun memukul mantan mertuanya dengan globe salju yang awalnya ditujukan untuk si anak.

Courtesy: Channel 4 UK
Potter pun mulai mengingat ruangan di mana dia berada bersama Matt. Itu sebenarnya ruang makan di rumah mantan mertuanya. Dimensi di mana mereka berada hanyalah imajiner seperti apa yang diceritakan pada cerpen kedua. Matt berada di sana hanya untuk membantu polisi mengungkapkan kasusnya karena Potter enggan buka mulut di dunia nyata. Agak seperti Inception.

Matt akhirnya diizinkan meninggalkan penjara dengan peringatan bahwa dia telah diblokir oleh semua orang. Apa pasal? Saat Matt membantu si bocah pada cerpen pertama, dia sebenarnya ingin melihat adegan-adegan dewasa yang akan dilakukan si bocah dan si gadis - Matt si penonton porno. Lalu saat tahu bahwa si bocah dan si gadis telah mati, Matt bisu seribu bahasa dan tidak melaporkan kasus pembunuhan tersebut kepada polisi - kelalaiannya sebagai warga negara yang baik. Saat meninggalkan kantor polisi, Matt pun dilihat oleh para khalayak sebagai pria dengan piksel merah - untuk membedakan pemblokiran biasa dan pemblokiran terhadap mantan pelaku pidana.

Saya sebetulnya agak kurang puas dengan teknologi pemblokiran yang ditunjukkan. Misalnya jika saya ingin memblokir seseorang karena orang itu mencontek hasil karya saya, saya ingin memblokir supaya orang itu tidak dapat melihat hasil karya saya lagi, apapun itu. Namun dalam episode ini dijelaskan bahwa Potter sebetulnya masih dapat berkomunikasi dengan Beth melalui surat (yang sayangnya dihancurkan oleh mantan mertuanya). Tentunya isu pemblokiran ini bisa jauh lebih rumit daripada apa yang ditunjukkan pada episode ini, tapi itulah Black Mirror - hanya ingin mem-provoke.

Nikmatilah video berikut ini - Anda pasti tahu apa maknanya jika sudah menonton episode ini

Iklan dalam Elevator

Elevator di kawasan pemukiman eksklusif (bahasa kasarnya gated community) dilengkapi dengan layar televisi yang menayangkan iklan. Iklan-iklannya pun bukan iklan obat batuk yang diperankan penyanyi dangdut naik daun. Melainkan iklan-iklan eksklusif semacam "Butuh operator telekomunikasi untuk keperluan komunikasi usaha Anda? Dengan paket ... kami menjamin komunikasi antara Anda dan pegawai-pegawai Anda lancar dan murah".

1/14/2015

Van Makanan

Portland, kota yang terkenal dengan budaya hipsternya. Ia juga merupakan kota yang konon memperkenalkan fenomena food truck. Majalah selama penerbangan milik AirAsia Indonesia (Travel 3Sixty Indonesia) pada bulan Desember lalu mengangkat tumbuh kembang food truck di Indonesia dalam salah satu artikelnya.

Indonesia sejak lama memiliki pedagang makanan keliling dengan gerobak. Food cart? Lalu seiring dengan perkembangan zaman pedagang-pedagang keliling mulai beralih menggunakan sepeda motor. Food motorbike? Lalu kini ada pula fenomena food van seperti foto di atas yang diambil di Surabaya. Hanya saja, tidak seperti dua fenomena sebelumnya, food van memiliki tempat dagang yang tetap. Food van juga ada kok di Adelaide sebenarnya, tepatnya di Rundle Mall.

Merpati

Menurut saya, menyusuri kebanyakan kota-kota di Indonesia terasa janggal. Nihilnya ruang umum yang memadai membuat kota-kota Indonesia terasa dingin bagi pejalan kaki dan binatang-binatang yang seharusnya berhak berkeliaran secara bebas.

Tengok saja burung-burung merpati. Jika di banyak kota di luar negeri kita bisa menjumpai mereka di lapangan-lapangan kota, kawasan perkotaan khusus pejalan kaki non-trotoar, dsb. Di Indonesia, mereka justru bertengger di atas kabel listrik. Andaikan mereka bisa bicara, apa kesan-kesan mereka akan negara ini?

1/13/2015

Televisi Amburadul

Kabar Petang (tvOne) 30/12/2014
Salah satu alasan saya enggan menonton televisi Indonesia adalah karena saya benci melihat kesalahan penulisan yang sepertinya diindahkan oleh pemilik-pemilik stasiun, tidak hanya pada tayangan berita. Namun contoh-contoh yang saya angkat kali ini diperoleh dari tayangan-tayangan berita.

tvOne kini punya studio berita yang megah - video wall yang super lebar, meja yang tampaknya dirancang oleh perancang profesional, dan studio besar yang memungkinkan beragam-macam gaya presentasi untuk dibuat. Sayangnya, presentasi tersebut terkadang tak terlalu matang dipikirkan. Lihatlah gambar di atas. Pembawa acara tampak mengapung di atas lautan. Perancang grafik juga tak bisa mengeja nama pulau dengan benar.

Breaking News (Kompas TV) 28/12/2014
Grup Kompas-Gramedia juga tak lebih baik. Satu kaki setara dengan +0,3 meter. Jadi sebetulnya ketebalan awan kumulonimbus itu 13,5 meter jika 45 feet (sic) itu benar? Ataukah seharusnya 45.000 feet (sic)? Apa salahnya sih menggunakan istilah kaki ketimbang feet?

Juga, berhenti menggunakan istilah Breaking News ketika berita yang dibawakan hanyalah ulangan dari beberapa menit bahkan jam yang lalu. Gantilah nama acara Anda menjadi Rolling Coverage karena itu yang sebenarnya Anda berikan pada penonton Anda.

Jeda:
Kompas TV, sebetulnya apa format gambar yang Anda berikan pada penonton Anda? Di Denpasar, Kompas TV Dewata jelas-jelas menggunakan format 4:3 walaupun kebanyakan tayangan-tayangannya berformat gambar 16:9 (termasuk tayangan-tayangan lokal seperti berita dan film televisi). Saya harus menyesuaikan gambarnya jika ingin menonton saluran tersebut. Jika menonton saluran yang sama di  rumah nenek saya di Surabaya (Kompas TV Surabaya), ia terkadang berformat 4:3 dan terkadang berformat 16:10 (atau mungkin 14:9?). Perubahan format gambar terjadi secara otomatis. Namun jika saya menonton Kompas TV di rumah paman saya yang kebetulan berlangganan TV berbayar, format gambarnya 16:9.

Selain itu, jika Anda sering menonton salah satu tayangan pagi tvOne - apakah Anda mengenal lantunan berikut?

Entah lantunan musik itu diakuisisi stasiun tersebut dari TVE atau tidak. Yang jelas TVE memberikan layanan closed caption pada siaran berita mereka dan tvOne tidak.

Meramahkan Kota untuk Pengendara?

Saya pernah mengunjungi taman-taman kota dan nasional di luar negeri. Berdasarkan pengamatan saya dari kunjungan-kunjungan tersebut, biasanya papan nama-nama tanaman diletakkan di dekat tanaman yang bersangkutan.

Lain halnya dengan Surabaya. Hutan kota ini boleh saja memiliki 40 jenis tanaman tapi jika ditanya jenis tanaman apakah pohon ini, jawaban saya adalah tidak tahu. Bagaimana bisa tahu kalau kemungkinannya adalah 1 berbanding 40 dan pengetahuan botani saya buruk. Toh, siapa yang bertanya? Pengunjungnya paling-paling hanya pegawai pemkot (atau pegawai outsourcing pemkot?) saja. Tempat parkir sepeda yang layak saja tak ada.

Lalu untuk siapakah papan berisikan nama-nama tanaman itu dibuat? Pengendara kendaraan pribadi yang paling-paling tak pernah menginjakkan kaki di hutan kota tersebut?

Saya bukan mencerca. Saya ingin ada perbaikan. Kan lumayan jika dibangun tempat parkir yang memadai atau prasarana kendaraan umum di dekatnya. Bisa dijadikan tempat jogging.

1/08/2015

Salah Tulis yang Dibudayakan

Pertama-tama, saya ucapkan selamat tahun baru masehi (jika Anda merayakannya). Untuk beberapa waktu ke depan saya akan berada di Surabaya.

Baiklah, berikut adalah hal yang ingin saya angkat pada tulisan kali ini.

Pilot AirAsia Narkoba?
Akhir tahun 2014 terasa pahit akibat sebuah tragedi penerbangan. Media pun melakukan peliputan secara dahsyat walaupun belum ke tingkat mengesalkan macam berapa kali si A pergi ke kamar kecil saat konferensi pers atau menguntit pengemudi taksi gelap di Bandara Juanda (mungkin yang ini perlu untuk kepentingan publik).

Liputan dahsyat yang asal dan tak dipikirkan secara matang menghasilkan pemberitaan yang bombastis dan berantakan, ditambah dengan wartawan yang tak menguasai bidang bahasannya. Stasiun televisi swasta tertua keempat di negeri ini, misalnya, melakukan liputan yang membingungkan. Entah itu keteledoran si wartawan, penata grafik atau redaktur. Atau mungkin saja orang yang menerbangkan pesawat itu adalah obat-obatan dan bukan orang? Padahal saya sangat yakin masih ada cukup lahan untuk menambahkan kata ' GUNAKAN' supaya menjadi 'PILOT AIRASIA GUNAKAN NARKOBA?' dan bukan 'PILOT AIRASIA NARKOBA?'.

Sebelumnya, stasiun televisi yang sama pernah membahas keajaiban longsor Banjarnegara tanpa pendekatan ilmiah. Ya, mungkin ada wilayah bernama Banjarnegara di Hogwarts. Selain itu sering terjadi promosi silang untuk tayangan lain dari stasiun tersebut. Si stasiun juga pernah gagal mensensor seorang tamu dalam acaranya sendiri yang tak sadar mengatakan fuck walaupun itu bukanlah siaran langsung.