4/28/2015

Kesibukan Baru

Di halaman Tentang Saya tertulis bahwa saya adalah pengangguran. Tidak lagi. Semenjak awal bulan ini saya sudah mendapat pekerjaan penuh waktu dan waktu saya benar-benar terkuras. Bukan karena tugas saya yang banyak atau waktu yang diperlukan sangat banyak. Hanya saja semenjak saya mulai bekerja, waktu saya di rumah jadi lebih banyak digunakan untuk menonton tayangan-tayangan televisi yang tertumpuk di komputer jinjing saya. Waktu yang saya luangkan untuk pergi berkegiatan sosial juga bertambah.

Oleh karena itu saya minta maaf jika blog ini jadi jarang diperbarui.

4/19/2015

Ayah Masao

Belakangan ini saya jarang menonton televisi karena banyak acaranya yang tidak menggugah saya namun pagi tadi saya menonton Shinchan di RCTI. Tumben-tumbennya ada kisah yang mengangkat ayah Masao.

Jika Anda mengoleksi komik Shinchan, mungkin Anda sudah pernah membaca kisah tentang identitas ibu Bo yang tidak jelas. Dia tampil namun wajahnya tidak diberikan. Hal yang sama terjadi pada ayah Masao di versi animasinya. Hingga akhir kisah, kita tidak tahu persis bagaimana wajah ayah Masao.

4/18/2015

Jangan Diikuti

Do Not Track adalah dokuweb yang diproduksi atas kerja sama antara saluran TV Prancis-Jerman Arte, Badan Film Nasional Kanada (NFB/ONF), lembaga penyiaran publik negara bagian Bavaria, Jerman serta beberapa mitra lain seperti AJ+. Dokuweb ini menelusuri seberapa banyak perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook mengetahui informasi tentang kita untuk kemudian dilelang kepada pihak ketiga.

Tahukah Anda bahwa untuk setiap harinya kita menggunakan Facebook perusahaan itu meraup keuntungan senilai 9 dolar (entah dolar Kanada atau Amerika Serikat)? Bayangkan 9 dolar per orang per hari! Ingat janji Facebook yang mengatakan bahwa Facebook akan gratis selamanya? There's no such thing as free lunch. Begitu pula dengan Google yang meraup 45 dolar per orang per hari.

Cookies mengizinkan berbagai pihak mengetahui situs-situs lain apakah yang kita buka di tab-tab lain. Sayangnya aturan Uni Eropa mengharuskan situs-situs untuk memberitahu pengguna mereka namun belum ada tawaran agar kita sebagai pengguna dapat menolak cookies tersebut.

Dokuweb ini terdiri atas tujuh episode dan satu episode baru akan diluncurkan setiap dua minggu. Namun untuk peresmian dokuweb ini, dua episode sudah tersedia yang terdiri atas dua video semi-interaktif sepanjang 5 hingga 7 menit. Pada peluncuran episode ketujuh nanti kita akan diberi tahu seberapa banyak internet mengetahui diri kita.

Beberapa tahun terakhir saya memang menggemari dokuweb-dokuweb produksi NFB/ONF seperti Fort McMoney yang menurut saya benar-benar luar biasa baik dari segi isi maupun narasi dan genre-bending. Saya juga cukup menyukai beberapa film pendek dan animasi yang tersedia secara umum tanpa batasan geografis yang tersedia di situs NFB/ONF.  Yang saya sayangkan adalah negara di mana saya pernah menempuh pendidikan tinggi, Australia, tidaklah seproaktif Kanada dalam menyampaikan narasi-narasi dengan metode kreatif.

Catatan kecil: Pernah suatu kali saya mempromosikan foto Instagram saya di Twitter dan langsung mendapat balasan bernada:

"Ternyata kamu yang memiliki akun ... Kamu sudah jadi bahan tertawaan di [tautan]"

Bodohnya saya mengklik tautan tersebut. Sebuah aplikasi pihak ketiga telah saya aktifkan yang mengizinkan salah satu situs berita terkemuka Indonesia (yang pemberitaannya terkenal asal dan sensasional serta memiliki layout situs yang cukup buruk) untuk memantau foto-foto yang saya unggah.

Beruntung saya dapat segera mematikan aplikasi tersebut. Akun Twitter yang memberikan cuitan di atas lantas saya blokir. Saya berharap keadaan dapat kembali seperti sediakala (walaupun saya agak ragu karena saya tidak memercayai situs berita tersebut dan tidak pernah membaca berita dari sana). Benarkah saya tidak dikuntit?

4/13/2015

Tantangan Ekonomi

Kali ini saya akan mengangkat satu artikel koran dan satu iklan yang mana dua-duanya diterbitkan oleh salah satu koran ternama Asia.

Straits Times 23/03/2015
Timor Leste terancam resesi jika pemerintah negara tersebut gagal melakukan diversifikasi ekonomi. Saat ini, negeri tersebut terlalu mengandalkan devisa minyak. Anjloknya harga minyak mengancam keuangan negara tersebut.

Ada hal penting yang bisa dipelajari Bali dari berita tersebut. Bali juga perlu melakukan diversifikasi ekonomi. Ekonomi Bali sudah lama bergantung pada sektor pariwisata. Sudah saatnya sektor-sektor lain turut dikembangkan seperti sektor TI dan ekonomi kreatif.

Beralih ke hal lain.

Investasi properti adalah hal yang menggiurkan terutama di bagi kebanyakan masyarakat Asia. Properti dianggap sebagai jaminan di kala kondisi tak menentu. Apalagi di banyak negara Asia, investasi non-properti masih dianggap terlalu riskan.

Saya tidak berlatar belakang ekonomi ataupun keuangan. Membeli properti di salah satu negara yang sedang booming merupakan tawaran investasi yang menggiurkan.

Hal ini mungkin berdampak baik pada negara tersebut dalam jangka pendek namun bisa mengalami komplikasi dalam jangka panjang. Ketika hanya sebagian penduduk Kamboja yang taraf hidupnya meningkat selama boom ekonomi, harus disadari bahwa kemiskinan masih merajalela dan berdampak pada melebarnya kesenjangan sosial.

Apa jadinya jika kesenjangan sosial menjadi terlalu lebar? Revolusi Prancis? Afrika Selatan? Entahlah. Saya harap regulasi dan pelaksanaan regulasi di negara-negara berkembang diperketat. Kerancuan dalam undang-undang juga harus dikurangi, andai kata regulasi menjadi basi baiknya direvisi.

Semoga apa yang akan dihadapi Timor Leste dan Kamboja dapat menjadi pelajaran bagi kita. Jika Anda merasa bahwa tulisan saya terlalu ngalor-ngidul, tanyakanlah pada saya sehingga saya dapat menjelaskan maksud saya dengan lebih jelas.

Pembaruan:

Seorang staf bidang ekonomi dan perdagangan di Kedutaan Besar Timor Leste di Singapura mem-follow up laporan Straits Times. Ibu Chua menulis bahwa pemerintah Timor Leste berusaha keras untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan berharap negara tersebut dapat bernasib seperti Singapura dalam beberapa dasawarsa ke depan.

4/03/2015

Sandera

 
Bnei aruba (בני ערובה) atau Hostages adalah seri televisi Israel. Seri ini adalah seri televisi Israel pertama yang mendapat hak remake asing dan tayang terlebih dahulu di negara lain sebelum versi aslinya tayang di negara asalnya. Bahkan sebetulnya saat seri ini selesai disunting, belum ada satu saluran televisi pun yang membeli hak siarnya. Seri ini terdiri atas sepuluh episode yang berdurasi antara 30 hingga 45 menit.

Yael Danon adalah seorang ahli bedah mapan dan suaminya, Eyal Danon, adalah seorang kepala sekolah. Suatu hari Yael mendapat tawaran untuk melakukan operasi terhadap perdana menteri Israel yang mengundang iri hati dari mentornya. Saat pulang ke rumah sehari sebelum operasi paling bergengsi selama karirnya, keluarganya kedatangan tamu tak diundang yang menuntut agar PM Shmuel Netzer mati.

Yael tak mau melakukan hal tersebut namun dia ingin menyelamatkan keluarganya. Drama pun dimulai. Perlahan rahasia-rahasia yang dipendam masing-masing anggota keluarga dan penyandera terbongkar. Keuangan keluarga Danon dalam masalah dan rumah mereka terancam disegel bank. Eyal mencari cara agar bisa terbebas dari lilitan keuangan dengan akibat yang sangat fatal. Anak sulung mereka, Noa, hamil sementara Assaf, si bungsu, menjalankan usaha penjualan soal-soal ulangan berkat hubungannya dengan ayahnya (walaupun si ayah sebenarnya tak tahu).

Kecerdikan Yael pula mengakibatkan kematian PM Netzer tertunda. Di tengah-tengah tekanan waktu, dia juga melakukan investigasinya sendiri terhadap pemimpin penyanderaan - Adam Rubin, salah seorang tokoh penting di kepolisian Israel. Walaupun pada akhirnya Yael berhasil membebaskan keluarganya dari penyandera setelah melakukan penyanderaan balasan terhadap istri Adam, Yael memutuskan untuk "membunuh" PM Netzer setelah mengetahui bahwa sang perdana menteri adalah pemerkosa dan istri Adam sebenarnya adalah anak haram hasil hubungan sang perdana menteri. Sebuah penyanderaan yang hanya bertujuan utama untuk mendapatkan tulang sumsum Netzer.

Tentu ini adalah kisah fiksi yang sangat baik namun ada beberapa hal yang tak mengena. Misalnya Noa yang membukakan pintu rumahnya untuk orang tak dikenal. Mungkinkah pengaruh hormon remaja? Kita tahu Israel adalah negara yang sangat peduli pada isu keamanan karena hubungan antara negara tersebut dengan tetangga-tetangganya. Apakah semudah itu bagi Noa untuk mempercayai "juru operator set-top box televisi berbayar" yang berdalih akan terjadinya gangguan pemancaran? Begitu pula dengan mantan kekasih Noa yang nekad menerobos masuk rumah keluarga Danon untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam setelah kabur dari latihan wajib militer. Apa benar dia laki-laki bajingan tipe "habis manis sepah dibuang" yang pada awalnya ingin Noa menggugurkan kandungannya?

Oh ya, jika Anda tipe orang yang percaya pada teori konspirasi akan orang Yahudi pandai mengatur keuangan mungkin seri ini akan mengguncang kepercayaan Anda. Keluarga Danon terancam gulung tikar akibat tidak mampu membayar KPR. Begitu pula dengan saluran televisi yang menayangkan seri ini, Channel 10. Channel 10 Israel adalah saluran televisi yang mengalami kesulitan keuangan dan kerugian milyaran shekel hingga terancam bangkrut sebelum mendapat suntikan dana pemerintah Israel (dengan alasan mempertahankan keragaman sudut pandang).

Seri ini dapat Anda tonton di YouTube dengan teks bawah dalam bahasa Inggris. Tontonlah segera sebelum adanya gugatan atas pelanggaran hak cipta dan video-video tersebut dihilangkan (yang saya rasa tidak akan terjadi dalam waktu dekat).