7/05/2015

Tayangan Rasis?

Beberapa pekan belakangan masyarakat disuguhi musim terbaru dari tayangan realitas yang dilisensikan kepada salah satu saluran televisi swasta terkemuka. Saya tidak akan menyebutkan nama dari tayangan tersebut dan berharap Anda bisa menebak tayangan apakah itu. Saya tidak menonton tayangan tersebut namun orang-orang di rumah saya menontonnya sehingga saya sedikit terekspos.

Saya memperhatikan bahwa apabila salah satu peserta tayangan tersebut harus mempersembahkan hasil kreasinya, ada musik bernada etnis dimasukkan ke dalam klip suntingan yang disuguhkan kepada penonton. Tak hanya itu, peserta tersebut pun diberikan nama panggilan yang terkesan etnis (yang biasanya hanya anggota keluarga dan kerabat dekat akan menyebutnya) ketimbang nama panggilan yang lebih netral.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dimasukkannya musik etnis itu pantas? Jika ya, mengapa? Mengapa harus mengumbar etnisitas peserta tersebut? Apakah tayangan tersebut tidak memiliki nilai jual lain?

Mengenai nama panggilan, sah-sah saja jika nama panggilan si peserta agak etnis jika memang yang bersangkutan setuju atas penggunaan nama tersebut (dan bukan karena paksaan oleh pihak saluran televisi untuk mengumbar eksotisme) dan memang dipanggil demikian oleh hampir semua orang yang pernah berkomunikasi dengannya. Hanya saja, saya menduga ada kesalahan pengejaan nama panggilan peserta yang terkesan dibiarkan.

Di Amerika Serikat, tayangan animasi lawas macam Tom & Jerry sudah disunting agar lebih layak sesuai dengan konteks yang berlaku. Ada beberapa episode Tom & Jerry (dan juga Droopy) yang membuat lelucon terhadap etnis dan warna kulit tertentu.

N.B.: Saya tidak akan membahas mengenai drama berlebihan dan terkesan dibuat-buat dari tayangan realitas tersebut yang sebetulnya membuat saya menjauhinya. Ada kata yang sengaja saya tebalkan pada kalimat sebelumnya.